Back to Articles
● November 1, 2025 ● 4 MIN READ

PhysHSI: Mengajari Robot Humanoid untuk Berinteraksi dengan Dunia Nyata

AIRobotikaPhysHSIRobot HumanoidInteraksi Manusia-Adegan
Research & Insights ● Future of Digital Experience ● AI Revolution ● Design Strategy ● New Era of Intelligence ●

PhysHSI: Mengajari Robot Humanoid untuk Berinteraksi dengan Dunia Nyata

Agar robot humanoid benar-benar berguna, mereka harus dapat berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka dengan cara yang aman, alami, dan mirip manusia. Ini adalah tantangan besar, tetapi sistem baru yang disebut PhysHSI dari Laboratorium AI Shanghai membuat kemajuan signifikan di bidang ini.

Tantangan Interaksi Manusia-Adegan

Mengajari robot untuk melakukan tugas yang tampaknya sederhana seperti duduk di kursi atau membawa kotak sangatlah rumit. Ini membutuhkan kombinasi dari:

  • Gerakan yang dapat digeneralisasi dan seperti aslinya: Robot harus dapat bergerak dengan cara yang efisien dan alami.
  • Persepsi adegan yang kuat: Robot harus dapat secara akurat memahami dan memahami lingkungannya.

Pendekatan sebelumnya sering kali berfokus pada salah satu aspek ini dengan mengorbankan yang lain, yang mengarah pada robot yang canggung atau tidak dapat beradaptasi dengan situasi baru.

Sistem PhysHSI

PhysHSI (Interaksi Adegan-Humanoid Dunia Fisik) adalah sistem terpadu yang menjawab kedua tantangan ini. Ini terdiri dari dua komponen utama:

  1. Pipeline Pelatihan Simulasi: Robot pertama kali dilatih di lingkungan simulasi menggunakan teknik yang disebut Adversarial Motion Priors (AMP). Hal ini memungkinkan robot untuk belajar dari kumpulan data penangkapan gerak manusia yang sangat besar, yang memungkinkannya untuk meniru gerakan alami seperti manusia.
  2. Sistem Penerapan Dunia Nyata: Saat robot diterapkan di dunia nyata, ia menggunakan modul pelokalan objek kasar-ke-halus. Sistem ini menggabungkan data dari LiDAR dan kamera untuk secara akurat dan kuat memahami lokasi objek di lingkungannya.

Cara Kerjanya

Sistem PhysHSI bekerja dalam tiga tahap:

  1. Persiapan Data: Gerakan manusia ditargetkan ulang ke tubuh robot humanoid, dan bingkai kontak utama diidentifikasi.
  2. Pelatihan Kebijakan AMP: Kebijakan kontrol robot dilatih dalam simulasi menggunakan teknik AMP. Jaringan diskriminator belajar untuk membedakan antara gerakan yang dihasilkan robot dan gerakan referensi dari kumpulan data, membimbing robot untuk menghasilkan gerakan yang lebih alami.
  3. Penerapan Dunia Nyata: Di dunia nyata, robot menggunakan modul pelokalan objeknya untuk mengidentifikasi dan berinteraksi dengan objek. Sistem dimulai dengan perkiraan kasar posisi objek dan kemudian menyempurnakannya saat semakin dekat, memungkinkan interaksi yang tepat dan otonom.

Hasil yang Mengesankan

PhysHSI telah berhasil diuji pada berbagai tugas interaktif, termasuk membawa kotak, duduk, berbaring, dan berdiri. Sistem ini telah menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi, generalisasi yang kuat untuk lingkungan dan objek baru, dan pola gerak yang alami seperti manusia.

Masa Depan Interaksi Manusia-Robot

PhysHSI adalah langkah maju yang signifikan menuju pembuatan robot humanoid yang dapat beroperasi dengan aman dan efektif di lingkungan manusia. Dengan menggabungkan yang terbaik dari simulasi dan persepsi dunia nyata, sistem ini membuka jalan bagi masa depan di mana robot dapat membantu kita dengan berbagai tugas di rumah, tempat kerja, dan di luarnya.

Penggemar AI Design & Development
Share
Continue Reading

Related
Articles